CIMB Niaga Tawarkan KPR Syariah dengan Ujrah Paling Murah

Rabu, 16 Mei 2018 | Penulis: Yoenazh Khairul Azhar

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - CIMB Niaga menawarkan pembiayaan pemilikan rumah (PPR) syariah atau iB (islamic banking) dengan margin atau ujrah paling rendah dibanding bank lain. Ujrah yang rendah itu berlaku untuk semua akad pembiayaan PPR syariah di CIMB Niaga. Yaitu, murabahah (jual beli) dan musyarakah mutanaqishah (MMQ) atau pemilikan bersama (diminishing partnership).

dok. Majalah HousingEstate

dok. Majalah HousingEstate

Fitur produknya pun lengkap sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing konsumen. Tenor atau periode pembiayaannya juga panjang, bahkan untuk akad murabahah yang di bank lain umumnya di bawah 8 tahun.

Sebagai contoh, pembelian rumah baru (primary) di proyek developer tertentu yang bekerja sama dengan CIMB Niaga dengan KPR iB CIMB Niaga akad MMQ, ujrah-nya hanya 5,88 persen per tahun fixed (tetap) tiga tahun, atau 6,5 persen per tahun fixed lima tahun, atau 6,75 persen per tahun untuk pembelian properti baru di mana saja serta yang seken dan take over alih KPR dari bank lain).

“Setelah itu marginnya floating mengikuti bunga SDBI (Sertifikat bank Indonesia) 12 bulan ditambah spread lima persen. Jadi, kalau sekarang bunga SDBI 12 bulan 5,28 persen, ujrah floating-nya hanya 10,28 persen per tahun. Yang dipakai sebagai patokan adalah bunga SDBI 12 bulan (syariah) yang paling akhir dilelang atau diumumkan BI,” kata Heintje Mogi, Mortgage Product & Business Development Head CIMB Niaga, kepada housing-estate.com pekan lalu.

Sementara untuk kredit multiguna beragun properti (refinancing), ujrah promonya 7,5 persen per tahun fixed tiga tahun atau 8,5 persen per tahun fixed lima tahun. Tenor pembiayaan maksimal 10 tahun dengan percepatan pelunasan tidak dikenai pinalti.

Di luar itu ada juga KPR iB Xtra Bebas akad MMQ dengan ujrah 7,25–7,75 persen per tahun fixed 1–5 tahun untuk pembelian rumah baru dan KPR take over, 7,5–8 persen per tahun fixed 1–5 tahun untuk pembelian rumah seken, serta 8,25–8,75 persen per tahun fixed 1–5 tahun untuk pembiayaan multiguna, top up dan renovasi.

Setelah itu ujrah-nya floating mengikuti bunga SDBI 12 bulan plus spread tiga persen. Bedanya, pada KPR iB Xtra Bebas akad MMQ tenor dipatok minimal delapan tahun dengan percepatan pelunasan selama masa ujrah fixed+3 tahun dikenai pinalti tiga persen dan dua persen bila pelunasan dilakukan setelah masa ujrah fixed+3 tahun  berlalu.

Kalau fitur ini tetap kurang sreg, CIMB Niaga juga punya KPR iB Smart Rate akad MMQ. Pada fitur ini tidak ada ujrah promo. Sejak awal ujrah-nya mengikuti bunga SDBI 12 bulan+spread 3,25 persen per tahun untuk pembelian rumah baru, seken dan take over, atau SDBI 12 bulan+4,25 persen per tahun untuk refinancing, top up dan renovasi. “Tenornya bisa sampai 20 tahun dengan pembiayaan bisa dilunasi kapan saja tanpa dikenai pinalti,” kata Heintje.

Bahkan, untuk PPR syariah dengan akad murabahah yang di bank lain marginnya cenderung tinggi atau tenornya pendek (5-8 tahun), ujrah KPR iB CIMB Niaga juga paling rendah dengan tenor jauh lebih lama, bisa sampai 15 tahun. Produk dinamai KPR syariah single rate atau KPR iB Fixed CIMB Niaga.

Ujrah-nya saat ini bervariasi antara 10,5–11,75 persen per tahun fixed (tetap) selama periode kredit. “Margin itu sama dengan bunga KPR konvensional,” ungkapnya. Misalnya, untuk pembelian rumah baru, seken dan take over (KPR pengalihan termasuk top up atau penambahan nilai kreditnya), ujrah-nya hanya 10,5 persen per tahun fixed 10 tahun atau 11,75 persen per tahun fixed 11 – 15 tahun.

Sedangkan untuk refinancing, top up dan renovasi, marginnya 11,5 persen per tahun fixed 10 tahun. “Jadi, ujrah KPR syariah CIMB Niaga lebih rendah daripada bunga KPR konvensional,” katanya. Jadi, tunggu apalagi. Ayo manfaatkan KPR syariah dengan ujrah murah ini untuk membeli rumah.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan