LEGO House Terima 2018 Danish Design Awards

Rabu, 13 Jun 2018 | Penulis: Nta

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Siapa yang tidak kenal LEGO, balok warna-warni yang biasa dimainkan anak-anak untuk memahami proses konstruksi aneka bentuk, mulai dari bangunan, situasi lingkungan sekitar sampai action figure.  Lego diciptakan Ole Kirk Christiansen tahun 1934, pendiri perusahaan mainan yang berbasis Denmark. Begitu mendunianya mainan ini, sampai-sampai LEGO Group kemudian membangun sebuah gedung seluas 12.000 m2 di Billund, Denmark, yang diisi 25 juta bata LEGO untuk bebas dimainkan penggemarnya dari segala usia.

LEGO House dari udara (foto: BIG)

LEGO House dari udara (foto: BIG)

Gedung yang diberi nama LEGO House ini baru saja meraih penghargaan 2018 Danish Design Awards untuk kategori “Feel Good”. Gedung yang baru beroperasi 28 September 2017 ini didesain biro arsitek Bjarke Ingels Group (BIG). Ia merancangnya serupa dengan tumpukan balok-balok LEGO. Idenya bagaimana mengangkat balok-balok tadi dari skala mainan ke dalam ukuran manusia dan memfungsikannya sebagai area pamer, tempat bermain dan “membangun” ala LEGO.

Konsep inilah yang menarik dewan juri. Gedung yang punya sebutan juga “Home of the Brick” ini dinilai sebagai ”wujud integrasi yang unik dari bermain dan belajar, didesain dengan pendekatan intuitif dan dengan sukses menyampaikan filosofi perusahaan dan merek (pengembang  permainan tersebut).” Untuk itu, LEGO House ditegaskan sebagai karya yang berdampak dan bernilai desain tinggi. Para arsitek dan perusahaan kliennya dinilai berhasil memberi solusi tidak saja bagi industri, pun lingkungan dan masyarakat sekitar.

Zona Hijau di dalam gedung LEGO House. (Foto: BIG)

Area LEGO Houses sendiri terbagi dua, yang berbayar dan tidak. Yang berbayar, pengunjung bisa masuk ke enam area yang disebut Experience Zones. Dimulai dari the Epic Stairs by the Tree of Creativity setinggi 15 meter, lalu the Masterpiece Gallery. Dilanjutkan ke zona warna-warni: merah (tempat bebas membangun secara spontan), hijau (membangun dengan karakter khusus), biru (untuk membangun keterampilan kognitif) dan kuning (bermain dengan emosi). Perjalanan diakhiri di area History Collection yang menampilkan sejarah permainan ini.

Untuk area bebas tiket, pengunjung bisa masuk ke LEGO Square, sebuah area bermain setinggi sembilan lantai yang dibuat berundak-undak, lalu ke toko LEGO dan jajan di tiga restorannya.

Pada ajang yang sama, selain LEGO House, karya lain yang juga dinilai berdampak serupa adalah Bicycle Snake yang diberi penghargaan khusus “Icon Award”. Jalur sepeda dan pedestrian sejauh 200 meter ini meliuk di area pusat belanja Fisketorvet, yang berlokasi di area pelabuhan, Copenhagen, Denmark.

Didesain Dissing + Weitling, jalur itu dibuat melayang di antara gedung dan tempat-tempat umum yang ada di area tersebut. Dengan konsep demikian, pesepeda dan pejalan kaki bisa dengan aman dan nyaman, menuju titik-titik tujuannya.

Sumber: archdaily

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan