Gaya Milenial di Ruang Minimal

Jumat, 29 Jun 2018 | Penulis: Putri

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Hidup di dalam hunian bertumpuk menjulang tinggi dengan bentuk bangunan yang seragam bukan berarti tak punya identitas personal. Interior unit apartemen di Signature Park Grande, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, ini mencoba tampil beda dengan sentuhan gaya Skandinavian. Desainer Tobias Radito dan Rezha Herdiawan dari Casa Dekora mengadaptasi gaya itu pada hunian kompak seluas 43 m2 yang berisi dua kamar tidur. “Gaya ini everlasting karena cocok diterapkan di era manapun. Banyak dipakai generasi muda yang nggak mau desain yang kesannya berat dan sempit,” kata Rezha.

Lokasi: Apartemen Signature Park Grande, Jakarta Timur  Tipe: Dua kamar (bed room/BR) 43 m2  Desainer Interior: Casa Dekora (Jakarta)

Lokasi: Apartemen Signature Park Grande, Jakarta Timur
Tipe: Dua kamar (bed room/BR) 43 m2
Desainer Interior: Casa Dekora (Jakarta)

Supaya terkesan ringan, warna putih bersih mendominasi elemen utama interior seperti plafon, lantai dan dinding. Warna netral seperti abu-abu dan pencahayaan alami juga turut ambil bagian menciptakan aura Skandinavian. “Warna-warna netral ini adalah kombinasi wajib supaya feel scandy-nya lebih masuk,” ujarnya.

Desain menitikberatkan pada penggunaan perabot bergaya ringan namun optimum secara fungsi. “Pemilihan perabot dipilih secocok mungkin dengan ukuran unit, feel pemilik dan arah konsepnya, supaya lebih praktikal, mudah dalam perawatan selain alur ruangnya jauh dari kesan rumit,” jelas Radito.

Unsur Kayu dan Lazy Chair

Dimensi ruang berukuran sekitar 6 x 7 m2 ini dibagi untuk dua kamar tidur, ruang keluarga, kamar mandi dan dapur berupa mini pantry. Karena layout ruang yang tidak terlalu luas ditujukan untuk keluarga muda, perlu ekstra perabot multifungsi yang terintegrasi yang tidak terkesan berat. Sebagai contoh, di ruang keluarga lapisan dinding (wall treatment)-nya berupa 17 panel kayu yang didesain rustic menyerupai bekas plituran yang disusun zig-zag tak beraturan. “Panel itu bisa dimanfaatkan juga sebagai kabinet TV. Kalau pemilik nggak mau, bisa dilepas TV nya,” terang Reza.

 

Dinding cat abu-abu di belakang panel semakin sedap dipandang karena selaras dengan karpet lembut abu-abu dengan pola garis belah ketupat. Meja rendah berkelir putih dan cokelat cocok dipadu dengan dua kursi malas dari kayu dan kulit sapi asli lengkap dengan meja sudut log wood. Kesan hangat kian bertambah berkat tiga lukisan abstrak sebagai elemen dekoratif di belakang kursi malas.

“Untuk rumah yang nggak terlalu luas kita sarankan pakai kursi lazy chair supaya terlihat ringan. Kalau pakai sofa kesannya bulky, sumpek,” kata Radito. Unit apartemen dengan tinggi plafon 2,6 meter ini menempati lantai dua dengan view ke kolam renang, sehingga sedikit mendapat pancaran sinar matahari karena tertutup bangunan apartemen di depannya. Tantangan Dito dan Reza adalah, bagaimana ruangan tetap dapat cahaya yang cukup sehingga terang dan tidak lembab. “Kita manfaatkan pintu kaca samping balkon yang ditutup dengan gorden putih supaya cahaya mudah berpendar ke dalam ruangan.”

 

 

Kompak dan Efisien

Bentuk perabot sederhana yang menekankan pada fungsi yang menjadi salah satu ciri khas tema skandinavian juga diterapkan di area pantry. Desainer merancang kitchen set terintegrasi dengan meja makan. Salah satu sisi meja kitchen set bisa ditarik memanjang keluar untuk difungsikan sebagai meja makan. Bila tidak dipakai, penghuni bisa mendorong meja ke dalam kitchen set supaya ruangan terkesan lapang Warna putih dan cokelat pada kabinet kitchen set menjadi poin menarik lain di unit ini. Warna hitam pada sebagian alat memasak dipilih untuk menghindari penampilan ruangan yang terkesan monoton. “Urban style itu nggak neko-neko. Gayanya simpel tapi ada nilai seninya,” kata Reza.

kompak dan efisien

 

Bikin Tidur Nyenyak

Gaya serupa dihadirkan di kamar tidur seluas 2,8 x 3 m2 dan 1,75 x 2,8 m2. Keduanya menampilkan kesan elegan lewat pilihan warna cokelat, abu-abu dan putih. Panel kayu yang didesain rustic sebagai headboard di kamar tidur utama menjadi elemen dekoratif yang mencuri perhatian. “Panel-panel semacam ini bikin tidur makin nyenyak karena ada unsur alaminya,” ujar Radito. Di sisi tempat tidur terdapat lemari pakaian dan rak yang didesain sederhana tapi fungsional. Sudut-sudut menarik berhasil diciptakan lewat kehadiran material alami, seperti  cermin yang disusun mozaik di salah satu sudut dinding kamar utama dan meja belajar minimalis, memanfaatkan sisa ruang di sudut kamar tidur anak. Penempatan tirai warna terang transparan yang menjuntai dari batas plafon membawa kesan hangat, selain memberi celah untuk cahaya masuk ke ruangan.

bikin tidur nyenyak

 

Harus Manusiawi

Vien Titiek Sri Rudatin (70) membeli unit apartemen ini tahun 2009 yang semula direncanakan untuk tempat tinggal anaknya yang bekerja di kawasan bisnis Jl Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan. “Awalnya buat masa depan anakku. Nggak tega lihat dia ngekos atau bolak-balik kantor-rumah di Kramat Jati (Jakarta Timur). Tapi pas sudah jadi, anak belum ngasih info apakah jadi nempatin itu apartemen,” urai Ketua Umum Wanita Katolik Indonesia 1999-2004 itu. Walhasil, a berencana menyewakan unitnya kepada pekerja di sekitar kawasan seharga Rp7,7 juta/bulan belum termasuk servis charge Rp850 ribu-1 juta per bulan.

Ia menyewakannya berikut perabot dan beberapa piranti elektronik seperti TV, AC dan kulkas. Agar harga sewanya tinggi, Casa Dekora dipilih Vien untuk mendekor ulang interiornya dalam waktu dua bulan menjadi seperti sekarang. Vien mengaku cocok dengan konsep desain yang ditawarkan Dekora. Baginya yang terpenting huniannya nyaman, tidak sumpek dan harus melibatkan unsur alam di perabot dan aksesorisnya.

harus manusiawi

“Kalau semuanya didesain pakai hati atau sukma, hasilnya akan bagus dan adem. Bisingnya kota Jakarta membuat orang butuh tempat tinggal yang menyejukkan jiwa,” katanya. Ia mementingkan penyewa bisa betah di dalam apartemennya dengan desain yang nyaman.  “Harga sewa juga iya. Tapi yang lebih penting kalau kita mau menyewakan rumah ke orang, kita sendiri juga nyaman menempatinya. Jangan kosongan hanya ada tikar. Itu nggak manusiawi,” tutup Vien.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan