Cerita Café, Oase Kota yang Instagramable

Sabtu, 4 Agu 2018 | Penulis: Diyah

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Suasana kafe dirancang banyak warna dan penuh spot yang instagramable.

Housing-Estate.com, Jakarta - Duduk di atas bean bag warna pink, Dina tampak asyik menggerakkan pensil di atas buku sketsa yang dipangkunya. Setumpuk kertas putih bergambar rancangan baju buatannya juga terlihat memenuhi meja. Sesekali ia menyeruput ginger tea, minuman kedua yang dipesannya dalam gelas jangkung. Dina tak sendirian menghabiskan sore yang sejuk di ruang semi terbuka di Jalan Otista Raya, Jakarta Timur, itu.

Di sudut lain tampak sekelompok remaja bermain catur di atas meja yang dipenuhi aneka makanan. Salah satu koridor teramai di Jakarta itu kini punya tongkrongan baru Cerita Cafe garapan PT Patra Jasa, anak perusahaan PT Pertamina yang sekarang merambah bisnis F&B (food and beverage) selain properti.

Kedai pertama yang dibuka Agustus 2017 itu berada satu lahan dengan Perum Produksi Film Nasional (PFN) yang juga badan usaha milik negara (BUMN). “Bisnis baru ini menjadi bagian dari sinergi BUMN,” kata Febby Elvandhari, Corporate Assistant Manager Marketing Communications & Public Relations PT Patra Jasa, kepada HousingEstate beberapa waktu lalu di salah satu ruang VIP Cerita Cafe.

Meja bar beraksen tegel motif jadul di area tengah

Meja bar beraksen tegel motif jadul di area tengah

Bangunan Cerita Cafe mudah dikenali karena bentuknya sengaja dirancang sederhana dengan atap segitiga dan dinding kerawangan di bagian depan dengan motif batik. Jarak antara batas lahan dibuat lega dengan bangunan di sebelahnya, diselingi banyak ruang hijau di dalam. Mengunjungi Cerita Cafe seperti menemukan oase di tengah kota yang padat.

Patra Jasa menggandeng PT Hema Cipta Kreastika (Bandung) yang digawangi arsitek Jimmy Purba untuk mendesain bangunan Cerita Cafe. “Bentuk bangunan dirancang sesederhana agar mudah dikenali dan mudah dikonstruksi. Penggunaan bentuk dasar yang diulang-ulang diharapkan menjadi identitas bangunan,” ujar Dyah Kusuma Wardhany, Koordinator Proyek Divisi Pembangunan & HSE PT Patra Jasa.

Kawasan lingkungan sekitar kafe cukup ramai, berada dekat perumahan warga menengah ke bawah dengan fasilitas pendidikan dan rumah ibadah. Sasaran pengunjung adalah masyarakat kelas menengah tanpa batasan usia.

Bangunan dirancang terbuka dengan pencahayaan alami dan tanpa pendingin udara

Bangunan dirancang terbuka dengan pencahayaan alami dan tanpa pendingin udara

Temporer

Arsitek mendapatkan tantangan yang menarik dalam proses desainnya terkait lahan yang berstatus sewa, sehingga bangunan harus bersifat temporer dengan waktu pembangunan yang singkat. Kurang lebih enam bulan, desain dan konstruksi berhasil dirampungkan termasuk interiornya.

Seluruh bagian bangunan menggunakan struktur baja termasuk dinding dan atap dari bahan logam yang efektif meminimalkan waktu pembangunan dan keterbatasan biaya. Produsen baja BlueScope beberapa waktu lalu memberi penghargaan The Most Inovative Design pada Cerita Cafe atas kreasi penggunaan baja lembaran pada bangunannya.

Untuk memperkuat tema industrial yang diusungnya, selain baja digunakan juga material-material unfinished exposed seperti plesteran semen pada lantai dan dinding bata. Sementara dinding kerawang di sisi fasad yang menghadap barat dihadirkan untuk menghasilkan bayang-bayang cahaya matahari sore yang cantik. Di balik kerawang masih ditambahkan kolam pantul yang seolah memberi kesejukan ke dalam ruang.

Massa bangunan dirancang tipis agar dapat menembuskan cahaya alami secara optimal untuk menerangi ruangan di siang hari tanpa lampu. Area-area bangunan dibuat terbuka tanpa batas dinding atau pintu, hanya dipisahkan oleh kolom-kolom tipis sebagai pembatas sirkulasi. Penghawaan buatan hanya dibuat di area-area tertentu seperti ruang rapat dan kantor.

Beanbag warna-warni menjadi area duduk favorit dengan atap transparan

Beanbag warna-warni menjadi area duduk favorit dengan atap transparan

Instagramable

Berbeda dengan tampilan luar bangunan yang tampak polos dan sederhana, suasana interiornya dirancang penuh warna. “Dengan konsep sanctuary, suasana interior yang ingin digubah adalah dunia mimpi. Hadir dalam bentuk dan warna yang berani. Gaya furniturnya sendiri terinspirasi dari mid-century eclectic yang berkesan ringan dan modis. Milenial bilang tempat ini instagramable banget,” terang Wardhany.

Memang, banyak sekali spot-spot dari kafe ini yang instagramable. Mulai dari fasad resin dengan pola batik, jendela unik berbentuk lingkaran, atap kanopi pada area makan outdoor, vertical green pada area pintu masuk dan panggung mungil berlogo Cerita.

Area makan di dalam kafe dibagi dua. Yakni, indoor dining area yang terdiri dari area makan terbuka di lantai 1–2 dan ruang-ruang VIP di lantai dua. Terdapat juga outdoor dining area di lantai satu berupa ruang duduk dengan atap kaca transparan yang menyatu dengan lansekap taman.

Konsep outdoor diangkat menjadi focal point kafe. Suasana makan yang terbentuk dari rindangnya pohon dan semilir angin dipadu dengan warna-warni bean bag untuk menghempaskan tubuh secara rileks.

Dari Arisan sampai Tunangan

Ada Cerita di Setiap Rasa! Begitu bunyi tagline yang disematkan dalam buku menu Cafe Cerita. Anda bisa memesan masakan Indonesia dan western food di sini. Jangan takut bosan menunggu pesanan makanan disajikan. Di setiap meja sudah disediakan papan catur dan ular tangga yang bisa dimainkan.

cerita cafe box

Untuk hidangan cuci mulut, cicipi dua scoop gelato seharga Rp20 ribu yang bisa dipesan di ruangan khusus Cerita Gelato di lantai satu. Pilih area duduk outdoor dekat panggung untuk menikmati live music setiap Jumat dan Sabtu malam. Meski terbilang baru, antusiasme pengunjung sudah tinggi.

Pengikutnya di instagram @ceritacafe sudah mencapai ribuan. Pada akhir pekan Anda mungkin harus masuk daftar tunggu jika tidak melakukan reservasi tempat terlebih dulu. Di hari-hari biasa kafe berkapasitas 300 bangku ini ramai dikunjungi anak-anak muda dan ibu-ibu arisan selain karyawan di sekitar kawasan.

Tersedia paket makanan mulai dari Rp150 ribu per orang untuk menggelar acara di Cerita. “Kalau arisan sudah nggak kehitung, acara tunangan juga pernah di sini tapi hanya untuk seratus orang. Bahkan, sudah ada yang minta untuk resepsi perkawinan tapi belum bisa kita penuhi,” ungkap Febby.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan