“Nikahkan” Properti dengan Kesehatan, Malaysia Gaet Konsumen Indonesia

Senin, 6 Agu 2018 | Penulis: Yudis

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Kondisi pasar properti di Malaysia ternyata mirip-mirip dengan di Indonesia selain karena kita memang negara serumpun. Saat ini bisnis properti di Malaysia juga tengah melemah dengan kenaikan nilai pasar yang sangat perlahan, kendati di beberapa lokasi masih mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik.

Berita baiknya, sepuluh tahun terakhir sektor pelayanan kesehatan dan pendidikan di Malaysia masih cukup berkembang. Negeri ini juga telah menjadi pilihan masyarakat Indonesia untuk berobat dan menyekolahkan anak selain ke Singapura dan Australia. Bahkan, beberapa tahun terakhir Malaysia mulai menjadi pilihan utama.

Hal itu mendorong beberapa pelaku bisnis properti di Malaysia rajin memasarkan proyeknya kepada konsumen Indonesia. Antara lain dengan mengadakan pameran. Menurut Nik Yazmin Nik Asman, Chief Commercial Officer Malaysia Healthcare Travel Council, Indonesia menjadi salah satu kawasan yang dilirik seiring ketertarikan masyarakatnya terhadap berbagai fasilitas yang ditawarkan di Malaysia.

“Pengembangan properti di Malaysia dan Indonesia mirip-mirip saja, di mana ada tempat ramai atau macet, itu pasti jadi potensi. Kelebihan kami ada perkembangan (kualitas) fasilitas kesehatan, sehingga kami membuat semacam pernikahan antara properti dan healthcare dan konsep itu disukai konsumen asing terutama dari Indonesia,” katanya di ajang Malaysia Property Show di Jakarta, akhir pekan lalu. Pameran diselenggarakan PropertyGuru Group melalui unit usahanya di Indonesia, Rumah.com.

Beberapa kota di Malaysia, jelas Yazmin, telah menjadi kawasan favorit untuk orang Indonesia berobat sehingga hal ini meningkatkan juga kebutuhan residensial. Untuk beberapa kalangan warga senior di Malaysia, kawasan dengan fasilitas residensial dan kesehatan yang baik menjadi pilihan untuk tempat tinggal masa tua.

“Jadi, para pensiunan senang karena dapat tempat tinggal yang enak, view-nya cantik, kualitas lingkungan sangat baik, dan ke rumah sakit tinggal berjalan kaki. Konsep-konsep seperti ini sangat menarik dan disukai konsumen asing, makanya kita berpameran di sini,” jelasnya.

Country Manager PropertyGuru Malaysia Sheldon Fernandez menambahkan, properti di Malaysia yang bisa dibeli orang asing harus berupa highrise (apartemen) dengan harga minimal harga 1 juta ringgit Malaysia atau ekuivalen dengan Rp3,5 miliar. “Untuk aspek legalitasnya orang asing yang membeli properti di Malaysia statusnya bisa hak milik kekal seperti hak milik di Indonesia. Bisa juga dibeli menggunakan kredit dari bank di Malaysia. Selama semua persyaratan dipenuhi, prosesnya sangat mudah,” ungkapnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan