Jepang Bangun 1.500 Apartemen Baru yang Hemat Energi

Kamis, 13 Sep 2018 | Penulis: Nta

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Sebagai salah satu negara yang sangat peduli dengan lingkungan, Jepang terus mendorong pembangunan gedung-gedung hemat energi. Tak cuma gedung-gedung komersial, juga menara hunian vertikal atau apartemen selain rumah tapak.

Perumahan pertama dengan sistem zero-energy di Jepang, berlokasi di Sakai, Osaka Prefecture (foto: dok.  Asian Green Buildings)

Perumahan pertama dengan sistem zero-energy di Jepang, berlokasi di Sakai, Osaka Prefecture (foto: dok.  Asian Green Buildings)

Seperti diberitakan Nikkei Asian Review, Jepang akan membangun 1.500 apartemen berkonsep zero-energy sebelum tahun 2021. Bahkan pemerintah berharap setidaknya setengah rumah tapak baru di Jepang sudah berkonsep serupa sebelum tahun 2020.

Yang dimaksud dengan zero-energy atau zero net energy homes adalah jumlah konsumsi energi sebuah rumah yang setara dengan jumlah energi yang diproduksinya dari sumber sendiri, baik berupa panel surya atau sumber energi terbarukan lainnya.

Tren ini sudah makin meluas ke jenis hunian lain setelah sebelumnya diselaraskan dengan standar pengembangan hunian bertingkat sejak Mei lalu. Beberapa pengembang yang sudah menerapkan antara lain Nomura Real Estate Development, Mitsubishi Estate dan Daikyo.

Nomura berencana membangun 2-3 proyek kondominium berisi sekitar 100 unit hunian di metropolitan Tokyo. Sementara Mitshubishi akan membangun di Chiba Prefecture dalam skala lebih besar. Daikyo membangun kondominium berketinggian sedang di Hyogo Prefecture dekat Osaka yang seluruh atapnya akan dilapis panel surya. Disebut-sebut dengan desain itu konsumsi energinya 80 persen lebih rendah daripada proyek serupa.

Dilengkapi dengan dinding dan jendela berinsulasi, rumah dengan sistem zero-energy ini memang lebih mahal daripada rumah biasa. Tapi penghuni berpotensi memangkas pengeluaran untuk energi lebih dari 100.000 yen per tahun. Nilai lebih dari sistem ini juga mengangkat harga jual rumah. Bahkan, harga tawaran perdananya bisa lebih tinggi daripada harga pasaran.

Menurut data setempat, pada tahun fiskal 2016 rumah tangga di Jepang berkontribusi 16 persen pada emisi (buangan gas) karbon. Sebab itu pengurangan emisi dari perumahan dinilai penting demi mencapai target Paris Agreement 2015 tentang perubahan iklim global, dimana Jepang menjadi salah satu deklaratornya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan