Colliers: Pasar Apartemen Masih Akan Lesu Hingga 2020

Sabtu, 6 Okt 2018 | Penulis: Yudis

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Kelesuan bisnis properti nampaknya masih akan terus berlanjut untuk subsektor apartemen hingga tahun 2020. Menurut Colliers International Indonesia (CII), sebuah perusahaan riset dan konsultan properti asing di Jakarta, kelesuan pasar apartemen itu sudah terjadi sejak tahun 2014.

“Untuk sektor apartemen di Jakarta sentimennya masih kurang bagus dari proyeksi suplai. Awal 2018 ini ada 25.410 unit baru yang mau masuk ke pasar. Tapi, karena penjualan slow, jadi direvisi. Beberapa proyek molor sehingga jumlahnya menurun menjadi 19.383 unit. Tahun depan proyeksinya 20.234 unit juga turun jadi 17.721 unit. Sementara tahun 2020 dari proyeksi 14.324 unit, realisasinya 12.927 unit,” kata Ferry Salanto, Senior Associate Director CII, saat pemaparan Jakarta Property Market kuartal tiga (Q3) 2018 versi Colliers di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Kelesuan bisnis properti sejak tahun 2014 membuat banyak pengembang merevisi targetnya khususnya tahun 2015. Beberapa proyek baru yang diperkenalkan tahun 2014 urung diluncurkan hingga tahun berikutnya. Hal itu terus menambah potensi suplai apartemen baru. Para developer skeptis dan ragu dengan momentum meluncurkan apartemen barunya.

Akibatnya, kalau sebelum tahun 2014 kenaikan harga apartemen cukup tinggi mencapai rata-rata 16 persen per tahun, setelah pasar melesu, setelah periode 2015 merosot menjadi hanya tiga persen per tahun.

“Banyak pengembang membangun apartemen untuk kalangan investor dengan menjamin potensi sewanya, misalnya bagi ekspatriat (pekerja asing). Tapi dengan penurunan kenaikan gain itu, para investor menunda pembelian yang akhirnya membuat pasar makin lesu lagi,” jelas Ferry.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan